Komentar
Komentar merupakan gravity dalam dunia
blog. Terkadang berwarna-warni dan mampu menghadirkan keindahan. Tapi di
lain waktu gravity tersebut dilakukan oleh orang yang salah sehingga
merusak tatanan komentar yang sudah ada.
Hanya ada satu hal yang pasti : Bloger harus merespons semua komentar yang masuk.
Agar pengunjung merasa dihargai. Lagipula mereka akan lebih banyak
meninggalkan komentar di masa depan jika kita membalas semua komentar
yang mereka tinggalkan.
Tapi tidak semua bloger tahu cara
merespons komentar. Setiap komentar membutuhkan jawaban yang berbeda.
Dan tentu saja, respons yang bagus akan membuat kita tampak ramah dan
profesional. Itu berarti dapat menjaga brand apapun yang sedang kita
bangun.
Berikut adalah 10 tipe komentar blog menurut NC Register dan Bagaimana saya meresponsnya :
1. Encouragers
Beberapa orang merupakan tipe Encouragers.
Komentar mereka membangkitkan semangat. Meskipun biasanya komentar dari
tipe ini tidak berlanjut menjadi sebuah diskusi. Beberapa contoh
komentar jenis ini antara lain :
“Wow, postingan Anda benar-benar mengubah hidup saya.”
“Tulisannya sangat menginspirasi. Lanjutkan perjuangan gan.”
Sangat cocok bagi bloger baru. Tapi kurang memuaskan bagi bloger berpengelaman. Biasanya saya hanya menjawab singkat, “Terima kasih atas apresiasinya.”
2. Non-Contributors
Tipe komentar jenis Non-Contributors mirip
dengan Encouragers. Hanya saja tidak menimbulkan semangat bagi bloger
yang mendapatkan komentar. Komentator jenis ini hanya ingin menunjukkan
bahwa mereka ada dan telah membaca postingan.
Contoh komentar jenis ini :
“Terima Kasih gan, sangat membantu.”
“Saya juga punya kucing di rumah, namanya dorothy.”
Terkadang komentar jenis muncul karena orang bersangkutan sangat ingin berkomentar, namun mereka speechless. Dengan sedikit paksaan, akhirnya muncul tipe komentar Non-Contributors.
Saya pun hanya langsung menjawab singkat seperti, “Sama-Sama”. Karena saya pun tidak terangsang untuk memulai diskusi lebih lanjut dengan komentar macam ini.
Respons saya hanya sebagai bentuk sopan santun dan penghargaan saja, tidak lebih dari itu.
3. Contibutors
Tipe Kontributors selalu meninggalkan
komentar terbaik karena mereka menawarkan sesuatu yang baru dalam
percakapan. Perspektif baru. Informasi tambahan. Wawasan baru. Mereka
bijaksana. Mereka bisa bersikap hormat, baik ketika setuju maupun tidak
setuju. Pada umumnya, mereka berkontribusi pada diskusi sehat dan mereka
membuat sebuah postingan lebih bernilai dan membantu pembaca lainnya.
Saya sangat menyukai komentar tipe Kontibutors. Terkadang mungkin ada sesuatu hal yang terlewat dari pengamatan saya. Dan komentarlah yang menyempurnakan apa yang telah sajikan. Biasanya saya menjawab dengan sangat antusias dan panjang agar semua menjadi lebih jelas. Saya terkadang juga menyertakan referensi menulis yang saya gunakan apabila ada sanggahan atau ketidaksetujuan.
Saya sangat menyukai komentar tipe Kontibutors. Terkadang mungkin ada sesuatu hal yang terlewat dari pengamatan saya. Dan komentarlah yang menyempurnakan apa yang telah sajikan. Biasanya saya menjawab dengan sangat antusias dan panjang agar semua menjadi lebih jelas. Saya terkadang juga menyertakan referensi menulis yang saya gunakan apabila ada sanggahan atau ketidaksetujuan.
Seharusnya
blog yang sehat banyak memanen komentar jenis ini. Tugas kita adalah
menjaga komentator jenis ini untuk betah di blog kita dengan menyajikan
konten-konten yang bernilai tinggi bagi mereka.
4. Destitutes
Komentator tipe ini adalah pembaca yang
tertekan atau berjuang melakukan sesuatu. Mereka hanya ingin berbicara
dengan seseorang. Siapapun yang mau mendengarkan mereka. Terkadang
komentar mereka sesuai topik, tapi sering kali tidak. Mereka sering
bertanya sesuatu yang serius.
Terkadang hal ini dipicu oleh sebuah postingan saja. Contohnya orang yang curhat kepada saya setelah membaca postingan “Bagaimana menjadi Introvert Bahagia”.
Dia merasa introvert dan tidak bahagia dengan kehidupannya. Dan ia
bertanya setengah memaksa agar saya memberikan petunjuk tentang apa yang
harus dilakukan.
Karena tipe-tipe pertanyaan yang menjurus
serius, saya selalu mengatakan menggunakan “Menurut saya” di bagian
awal. Jawaban tersebut berdasarkan pemikiran pribadi saya. Namun jika
saya merasa ia membutuhkan bantuan ahlinya, maka saya akan
merekomendasikan untuk mencari orang lain yang lebih ahli dibidang yang
ia bicarakan.
Terkadang mengatakan yang sebenarnya bahwa
saya tidak tahu merupakan jawaban efektif agar komentator tipe ini
tidak lagi menghubungi untuk bertanya sesuatu yang sebenarnya terlalu
serius bagi bloger amatir seperti saya.
5. Slackers
Slackers adalah orang-orang yang tidak
membaca postingan. Mereka hanya membaca judul dan ingin meninggalkan
komentar. Jadi, mereka benar-benar melakukannya di kotak komentar.
Mereka sering sangat tidak setuju dengan poin-poin Anda. Atau komentar
mereka terdengar seperti mereka telah mengalahkan straw man dan
merasa hebat. Atau mereka bertanya sesuatu seperti “Bagaimana dengan X?”
sementara di paragraf 3 atau 4 telah menjawab pertanyaan tentang X.
Dulu saya masih ramah menjawab komentar jenis ini. Meskipun sebenarnya jawabannya ada di postingan mengingat kebiasaan pembaca online adalah melakukan scanning seperti huruf F . Tapi ada yang lebih baik, “Silakan baca postingan lagi.”.
Dan masalah pun terselesaikan.
6. Brawlers
Brawlers suka bertengkar dan berdebat.
Mereka tidak tertarik untuk belajar, atau memberi kesempatan bahwa niat
kita jujur, atau mempertimbangkan bahwa ini hanya kecelakaan ketika saya
menumpahkan minuman ke mereka.
Selama ini saya belum pernah mendapat
komentator tipe ini. Tapi jika mereka benar-benar memiliki keahlian dan
melihat bahwa konten saya memiliki kekurangan, maka respons yang paling
masuk akal untuk saya lakukan adalah berikut :
“Karena saya merasa terlalu bodoh dan
tidak memahami apa yang Anda sampaikan dalam komentar yang singkat,
pasti akan menyenangkan jika bisa membaca pemikiran Anda secara lengkap.
Bersediakah Anda menuliskannya dalam postingan utuh dan membangikan
linknya di kotak komentar agar saya mampu belajar dari Anda?”
Semacam itu. Tapi respons yang saya
berikan tergantung dari bagaimana para Brawlers menyampaikan
komentarnya. Jika dia terlihat seperti menantang pemikiran saya dengan
cara yang tidak sopan atau tanpa berpikir, maka tidak ada jalan kecuali
menantangnya sekalian.
7.Angries
Angries adalah yang marah-marah terhadap
sesuatu. Mereka terlihat seperti Brawlers, tapi lebih buruk. Mereka
bahkan tidak ingin berdebat atau bertengkar. Mereka hanya
mengekspresikan kemarahan terhadap sesuatu. Dalam prosesnya mereka
sering merasa lebih baik jika bisa menularkan kemarahannya. Komentar
mereka sering tidak pantas dan menyakitkan.
Sebenarnya
saya sangat menghargai komentar apapun yang masuk ke blog Shiq4. Namun
komentar-komentar yang menggunakan kata kotor atau tidak pantas, saya
langsung menandainya sebagai spam. Dengan begitu komunitas kecil yang
saya bangun akan tetap terjaga dari hal-hal negatif yang mampu
mempengaruhi mood orang lain yang ikut berdiskusi di dalam kotak
komentar.
8. Posers
Posers berpura-pura seperti mereka tidak
peduli tentang topik ketika berkomentar. Pada dasarnya komentar mereka
akan seperti ini :
“Saya tidak peduli tentang hal ini,
tapi saya masih meluangkan waktu dan mengatakan kepada Anda bahwa saya
benar-benar tidak peduli tentang ini. Dan sekarang saya akan defensif
tentang apa yang Anda katakan…. tapi saya memang tidak peduli.”
Komentar mereka menyebalkan. Jika mereka
tidak peduli, maka mengapa mereka mengatakannya seolah mereka telah
membaca. Menurut saya jauh di dalam hati mereka mempercayai apa yang
saya katakan, namun terlalu egois sehingga berlagak tidak peduli. Mereka
bertarung dengan diri sendiri.
Dan berikut adalah respons terbaik menghadapi komentar jenis ini :
“Terima kasih telah meluangkan waktu
untuk membaca dan menulis komentar. Sama seperti halnya Anda yang tidak
peduli tentang apa yang saya sampaikan, saya juga tidak peduli dengan
komentar-komentar Anda ?. Kecuali Anda menulis sesuatu yang lebih
berguna untuk dibaca oleh pengunjung lainnya.”
Jadi, semua impas. Terkadang di dunia hukum alam memang berlaku, Anda mendapatkan apa yang Anda berikan.
9. Self-Promoters
Tipe komentar jenis ini tidak peduli
tentang topik dan tidak memberi kontribusi langsung pada postingan,
mereka hanya mempromosikan sesuatu yang menurut mereka bagus. Biasanya
orang-orang menganggap mereka spammer karena terlalu berlebihan
menyebarkan link.
Di masa awal ngeblog saya langsung menandai semua komentar jenis ini sebagai spam. Namun setelah membaca postingan Jeremy Myers, saya menjadi lebih terbuka untuk menerima link dalam kotak komentar.
Alasan Jeremy sebagai berikut :
“Ngeblog butuh sedikit promosi baik saat
ini maupun nanti. Ada cara halus untuk promosi selain melalui link dalam
komentar, namun jika beberapa melakukannya, maka terjadilah.”
Hanya ada satu aturan yang berlaku : Jika
link yang diberikan masih berhubungan dengan topik dan saya rasa bisa
membantu pembaca lainnya, maka saya akan berterima kasih dengan tulus.
Namun jika saya mengecek link dan tidak menemukan konten yang bagus atau
tidak berhubungan dengan tulisan saya, maka saya pastikan komentar
jenis ini akan langsung masuk kotak spam.
10. Aliens
Tipe Aliens memberi komentar yang sama
sekali tidak masuk akal. Ini seperti mereka baru saja mendarat di planet
Bumi dan mereka hanya ingin meninggalkan komentar.
Beberapa kali saya berurusan dengan para
Aliens di blog Shiq4. Tapi saya masih bersikap ramah. Selama mereka
tidak menggunakan kata kotor dan berkomentar dengan baik, maka saya akan
senang menyetujui komentar mereka. Bagaimana pun juga, komentar mereka
berharga. Meskipun sebenarnya mereka tidak benar-benar memahami apa yang
saya sampaikan.
Untuk merespons komentar jenis ini mudah saja, tinggal mengatakan seperti “Maksudnya apa ya? Saya tidak mengerti komentar Anda.” Atau jika komentarnya berantakan namun saya masih mengerti maksudnya, maka saya terkadang menjawab “Semoga sukses kalau begitu.”
Kesimpulan
Meskipun merespons komentar bukan hal
wajib, namun saya cenderung merekomendasikan semua bloger baru untuk
melakukannya. Bukan hanya menunjukkan keramahan kita, tapi menghargai
pengunjung yang berkomentar sehingga mendorong mereka untuk berkomentar
lagi di masa depan.
“Tapi blog saya tidak banyak memiliki komentar. Bagaimana ini?”
Maka Anda hanya perlu membaca dua postingan berikut :
Apakah Anda punya tipe komentar lain yang
pernah Anda temui di blog Anda? Bagaimana cara Anda meresponsnya?
Bagikan di kotak komentar.